Ongkos Sewa Pesawat Kemahalan, Garuda Indonesia Getol Perundingan dengan Lessor

PT Garuda Indonesia Tbk( GIAA) tengah berjibaku dengan penyelesaian utang Perseroan. Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan salah satu biang utang tersebut berasal dari bayaran sewa pesawat. Sedangkan pesawat tidak terbang, utamanya sepanjang COVID- 19.

” Memanglah telah lama kita tidak bayar, dari tahun kemudian pula telah tidak kita bayar para lessor itu,” kata Irfan dalam Rapat Dengar Komentar dengan Komisi VI DPR, ditulis Selasa( 22/ 6/ 2021).

Bersumber pada laporan keuangan yang di informasikan ke Bursa Dampak Indonesia( BEI), PT Garuda Indonesia Tbk mencatat total liabilitas USD 10, 36 miliyar sampai kuartal III 2020 dari periode 31 Desember 2020 sebesar USD 3, 25 miliyar. Rincian liabilitas itu antara lain liabilitas jangka pendek senilai USD 4, 69 miliyar serta liabilitas jangka panjang USD 5, 66 miliyar sampai kuartal I 2021.

Dari total 31 lessor( penyewa- red), dikala ini cuma terdapat 15 lessor yang menanggulangi 41 pesawat yang digunakan oleh maskapai nasional tersebut situs berita online .

” Kita memiliki 31 lessor dari 41 pesawat yang kita tangani, terdapat 15 lessor, sisanya kita diamkan saja telah, pesawatnya diam di Jakarta, sebagian memohon dikembalikan,” ucapnya.

Di sisi lain, Ifran mengaku Perseroan sukses memencet bayaran sewa sampai USD 11 juta. Dari semula USD 76 juta per bulan, jadi USD 55 juta per bulan.

Irfan mengakui, bayaran sewa pesawat Garuda Indonesia jauh lebih mahal dibanding harga sewa di pasaran, alih- alih mempunyai sarana yang sedikit berbeda.

” Seluruh kemahalan. Seperti itu yang kita perundingan tahun kemudian. Telah turun 30 persen. Ini kita ingin renegosiasi lagi,” kata Irfan.

Ada pula perundingan diartikan bermuatan 2 perihal. Awal, kewajiban yang belum dibayar sepanjang ini. Kedua, sisa kewajiban yang wajib dibayar ke depan hingga masa sewa habis.

Irfan menuturkan, dalam tiap kontrak dengan lessor, ada pasal neraka yang malah hendak membuat tumpukan utang lebih banyak lagi di setelah itu hari.

” Seluruh kontrak lessor kita terdapat pasal nerakanya satu. Ialah, apapun yang terjalin Kamu wajib bayar, seluruhnya semacam begitu. Serta itu dapat jadi obligasi yang berkelanjutan,” kata Irfan.

Selaku catatan, Irfan pula berkata dalam perihal sewa pesawat ini terdapat syarat early termination. Perihal seperti itu yang berpotensi menambang utang Garuda lantaran wajib terus membayar sewa hingga masa sewa habis. Berita baiknya, dikala ini telah terdapat 2 lessor yang bersedia pesawatnya dikembalikan saat sebelum masa sewa berakhir.

” Alhamdulillah telah terdapat 2 lessor yang

bersedia pesawatnya kita kembalikan. Case closed,” kata Irfan.

Ongkos Sewa Pesawat Kemahalan, Garuda Indonesia Getol Perundingan dengan Lessor

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *